Jon Adi Batam, Komisaris Utama BPR Bagong, Pernah Jadi Pembalap Nasional

SIAPA bilang pemuda tidak bisa mengemban amanat dan tanggung jawab besar. Coba simak apa yang dilakukan Jon Adi Batam, 31. Di usia yang relatif muda, pria kelahiran Banyuwangi, 7 Oktober 1985 ini kini memegang posisi strategis di perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, tepatnya sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bagong Inti Marga.

Anak keempat dari lima bersaudara putra Almarhum yaitu H.M.B Subardiyono, SE, MBA dan Hj Suyatmi, ini menjabat komisaris BPR Bagong Inti Marga sejak sekitar setahun terakhir. Sebelumnya, dia sempat malang melintang di dunia olah raga road race sejak 1998 sampai 2004. Dia kerap turun di kejuaraan balap sepeda motor tersebut di berbagai daerah, bahkan hingga tingkat Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Setelah “gantung helm”, dia dipercaya mengurus kebun kelapa sawit miliki ayahnya di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel) sejak pertengahan 2004 hingga 2006. Selanjutnya, dia melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi di Malang. Untuk menambah pengalaman, Adi merantau ke Jakarta sekitar tahun 2007. Di ibu kota, dia bekerja sebagai broker apartement.

Singkat cerita, setelah ayahnya meninggal pada Januari 2015, Adi ditunjuk sebagai Komut BPR Bagong Inti Marga menjelang akhir tahun lalu. Meski notabene merupakan owner BPR yang berkantor pusat di Purwoharjo tersebut, Adi tetap harus menjalani sertifikasi komisaris. Hingga akhirnya, dia berhasil lulus sertifikasi pada Januari 2016.

Sebagai Komut, Adi menanggung tugas yang tidak ringan. Betapa tidak, selain mengawal pengembangan perusahaan yang memiliki tiga kantor cabang dan lima kantor kas tersebut, dia juga harus mengawasi sekitar 70 karyawan. Tiga kantor cabang BPR Bagong yang berdiri sejak 5 Maret 1992 itu berada di Kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, dan Pesangaran. Sedangkan lima kantor kas BPR tersebut berada di Srono, Sumber Ayu, Jajag, Gambiran, dan Sempu.

Adi mengatakan, salah satu fokus kerjanya saat ini adalah melakukan re-branding BPR Bagong Inti Marga. Hal itu penting dilakukan untuk mengembalikan atau bahkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut dibanding masa keemasan ketika BPR tersebut dipimpin ayahnya.

Salah satunya dengan mengembangkan core banking system. Dengan sistem berbasis online tersebut, para nasabah akan mendapat beragam kemudahan. “Nasabah bisa menabung dan mengambil dana di seluruh kantor BPR Bagong, baik di kantor pusat, kantor cabang, maupun kantor kas,” ujarnya pria yang juga aktif menjadi investor saham tersebut.

Adi mengaku sadar tantangan ke depan semakin berat. Perkembangan perekonomian di Banyuwangi telah diikuti dengan pembukaan kantor bank baru di Bumi Blambangan. “Maka, pilihannya adalah terus memberikan kemudahan dan promo yang menarik, misalnya di akhir tahun ini kami memberikan promo bunga pinjaman sebesar satu persen per bulan,” pungkasnya. (sgt)

Sumber : Jawa Pos Radar Banyuwangi

Simpan

Related Posts

Write a comment

Open chat
Perlu Bantuan?
Helllo, Ada yang bisa Kami Bantu